5 Agustus 2008.(pulang dari RSUD Kota T Provinsi Riau,sehabis pengumuman SNMPTN 2008)

Aku gagal membaca ishihara   dan aku takut akan membuat bapak kecewa apalagi aku sudah sering menyusahkan bapak.namun  kali ini aku tidak ingin melihat tubuh tuanya kecewa.Aku sayang bapak.

Tidak ada yang salah,dan bawaan ini akan ku bawa sampai mati.bawaan ini telah ada semenjak aku belum dilahirkan.bawaan yang membawa sperma lugu y dengan kuat berhasil menemui kromosom xh yang tidaksempurna.Mereka bersatu membentuk zigot,kehidupan yang telah mempunyai takdir.

Kerasnya perjuanganku untuk pendidikan

Semenjak aku pertama kali mengenal sekolah aku selalu menonjol di akademik,itulah sebuah cahaya  harapan yang membesarkan kebanggaan bagi kedua orang tua,membawa harapan untuk kehidupan yang lebih baik.Menginjak SMP perhatianku teretuju pada akademik saja. Aku banyak mengorbankan waktuku untuk pendidikan.Disaat teman-temanku bermain bola.Disaat mereka pacaran.Disaat semuanya,masa remajaku kujalankan dengan penuh perjuangan dalam pendidikan,oleh harapan untuk kehidupan keluarga kami yang lebih baik.

Aku berhasil mendapatkan piala prestasi yang sampai saat ini masih dipajang di rumah,satu-satunya piala yang ada di rumahku,untuk pertama kali peradaban  keluargaku mengenal apa arti sebuah piala.

Namun sayang aku gagal masuk ke SMU Plus karena aku berasal dari SMP N biasa.Berhubung ekonomi aku hanya melanjutkan ke SMA N Biasa di dekat rumah,Namun nasib berkata lain,hanya sekali aku memakai baju seragam  melayu jumat,ada sebuah musibah.Aku pun pindah ke SMA N 1 Kota T dengan hanya bermodal SKHUN SMP.aku di terima.

Disinilah titik tolak kehidupanku.

Pukul 6:15,pagi-pagi sekali aku berangkat,agar tidak ketinggalan kendaraan karena kendaraan Kota Lb-Kota T hanya beberapa saja dan penumpangnya  mayoritas pedagang.Ketika teman-temanku yang sekolah  SMA di dekat rumah belum bangun tidur aku berangkat,22 KM 30 menit.Aku berangkat dengan  ongkos pulang pergi Rp.8.000,sering aku berangkat ketika ibuku juga berangkat menyadap karet untuk biaya ongkosku ke Kota T.Ku berjuang untuk tidak kos di Kota T karena aku ingin memamfaatkan kesempatan lebih lama lagi bersama orang yang kusayangi.Aku tidak mempunyai waktu untuk yang lain demi cita-citaku yang sebentar lagi akan tercapai.

Aku mengorbankan cintaku untuk pandidikanku.

Pernah ketika kelas 3 SMP aku berkata”Mak kalau ril tak kuliah di kedokteran ril lebih tak kuliah ,ma…”.Betapa bodohnya ucapanku kala itu.Karena sebuah mimpi.Bagiku yang berasal dari keluarga biasa saja untuk meraih mimpiku itu.

Kenangan indah,nostalgia

Sebab politik -orang-orang yang berpengaruh di kabupaten. Bapak dipermainkan,maka ia lebih memilih pensiun muda,berat memang.sedih sangat,hancur hatinya,maka aku bersumpah akan membuktikan pada duniaku untuk membuat bapak bangga.

Penerimaan raport terakhir semua wali murid hadir.Bapak bupati, para pejabat,pengusaha,mobil-mobil  mahal yang tidak mampu kami beli terparkir panjang di depan sekolah ,karena SMA -ku adalah SMA kota persaingannya sangat susah.

Aku berhasil meraih juara 3 umum bapak kedepan dengan bangga,itu hanya tiga orang wali murid,dan itu di depan bupati,sedangkan anak bupati hidup dengan Glamour di lokal IPS.

Banyak juga orang tua yang  kurang senang,orang kaya, namun anak mereka sering belajar padaku ,terkadang mereka belajar ke rumah.Aku sendiri di rumah karena saudara-saudaraku yang lain belajar di luar pulau Jawa dan Malaysia.

Ketika setelah aku tamat SMA seorang guruku   di mimbar upacara beliau berkata”Untuk kalian yang selalu datang terlambat kalian kenal dengan dengan Yuril(bukan nama sebenarnya) dia dia selalu hadir lebih dahulu dari pada saya,kalian tahu dia lulus di mana ,di fakultas kedokteran,baru yang pertama kalinya ,setelah sekian lama alumni sekolah kita hanya berharap dari PBUD,ceritakan pada orang tua kalian…”

Terobosan baru untuk sekolah kota kabupaten karena tidak mampu bersaing di SPMB untuk PTN dan Fakultas favorit.

Darmasiswa Chevron Riau(DCR)

Setelah melalui tes di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aku berhasil meraih DCR yaitu beasiswa yang di berikan untuk 5 orang siswa  setiap kabupaten di Riau dengan syarat harus kuliah d PTN pada tahun pertama.

Kakak kelasku telah lulus PBUD di UNRI tapi ia lebih mengambil lulus PBUD di peternakan IPB,akibatnya sekolahku di cekal tahun ini,jalan satu-satu untuk lulus FK(Fakultas Kedokteran) atau menyelamatkan beasiswa adalah SPMB,disinilah beasiswa ini dipertaruhkan.

Malam sebelum tes aku sakit karena telah ambil keputususan tidak ikut PBUD(Mahasiswa undangan) karena FK adalah harga mati ,aku sia-siakan PBUD di PTN jawa.Aku gagal mendapatkan 15 besar,dan Alhamdulillah  mendapatkan Rp 5.000.000. setiap tahunnya selama empat tahun. Aku masih ingat wajah para juara itu,mereka  lulus di ITB atau FK  di Riau.

Aku bersyukur mendapatkan beasisiwa itu ,atas  doa kedua orang tuaku.Dengan ilmu,dengan ilmu,maka kesabaran akan menjelma menjadi bunga yang indah tiada terkira.

UNAS

Saat SMA aku terfokus ke IPA .Maka aku membantu mengajar teman-temanku  dalam ujian nasional.Ada yang hari saban hari belajar ke rumah yang kini di FK PTS B di Padang,bayar  sembilan puluh   juta rupiah . Ada juga yang  sering kali sepulang sekolah aku mengajar dia fisika dan matematika,sekarang FK S B di Padang membayar uang masuk sembilan puluh juta rupiah.Kini setahun telah berlalu peristiwa itu

Bapak berkata “Nak kau harus menjadi dokter,karena hanya profesi itu yang bapak lihat cocok untukmu,esok  kalau bapak sudah tua bapak sakit-sakitan ,sangat bahagia bapak bila berobat dengan anak kandung sendiri…”.Begitu besar pengorbanan bapak untukku ia mengorbankan separuh uang pensiun yang harus diterimanya sampai hari tuanya untukku anak harapannya.

Aku berangkat ke Padang untuk bimbingan belajar di Nurul Fikri,luar biasa perjuanganku saat bimbel itu kakiku sampai terluka karena berjalan  sangat lama ditambah beban  berat dan cuaca  panas ketika mencari kos.Akhirnya aku mendapatkan  kos yang relatif murah.Sering malam-malam aku dan temanku membaca buku-buku bagus persiapan SPMB di Gramedia,membaca sambil berdiri.Dan akhirnya  posisi tertinggi yang aku raih dalam try out SMNPTN (seleksi nasional masuk perguruan tuinggi negeri) hanya ke-99 maka keputusanku.Untuk FK,maka FK unsyiah mengingat passgrade dan daya tampung 80 orang (cukup banyak di Wilayah I ,sementara Unri hanya 35 orang kala itu).

Itulah pengorbananku daripada berhutang,pinjam uang pada keluarga,atau jual tanah,untuk masuk FK di PTS atau ekstensi,sungguh aku sadar diri mengingat latar belakang keluargaku, kami tak akan sanggup menurut logikaku apalagi dua kakakku masih kuliah di UKM dan IPB.Bagaimana mungkin penghasilan seorang pensiunan terbagi tiga?.

Sebenarnya pilihanku dalam SNMPTN IPA-FK Unsyiah dan FKIP Fisika .

Alhamdulillah aku lulus UNAS dan banyak teman-teman yang mendoakan aku lulus SNMPTN, mereka berterimakasih atas pertolonganku di UNAS.

Saat aku menunggu bus ke padang bapak dan ibu ikut menemaniku mereka duduk di atas rumput memohon agar aku memilih FK Unand dan FK unsyiah.Padahal aku sudah menjelaskan betapa berisikonya pilihan itu ,namun hati anak mana yang tidak akan luluh ,hati anak mana yang tidak akan tersentuh maka dengan berat hati aku menuruti keinginan mereka

,semoga pilihan orang tua  membawa berkah.Nazarku apabila aku lulus aku akan mencuci kedua wajahku dengan air cucian kaki ibuku.

Doa yang di ijabah

Sampai pengumuman snmptn  1 agustus 2008 hampir setiap malam aku sholat tahajjud,setiap pagi shalat duha,serta shalat hajat untuk lulus SNMPTN .31 juli yang mendebarkan ,belum pernah aku secemas ini, cemas yang jauh melebihi apapun yang pernah kurasa selama ini,apa takdirku esok hari???

Aku shalat tahajjud selesai itu telp.berdering” panggil”   kakak dari Malaysia.”Selamat anda lulus di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala”.Aku menagis dalam sujudku,aku mencuci wajahku dengan air yang berasal dari cucian kedua telapak kaki ibuku.

Seharusnya saat itulah ajal datang kepadaku, itulah saat terbaik ketika aku berada di puncak kehidupanku,”pergi dalam kesucian ini”setelah berbagai pesan selamat dari berbagai teman-temankuk,saat paling bahagia dalam hidupku bahagia yang tidak terperi apalagi bapak  ia bahagia yang amat sangat.sebentar lagi sudah di ujung tanduk bapak.Apa yang kami harapkan setelah banyak tahun dengan banyak pengorbanan.

Senin 5 Agustus 2008(RSUD Kota T)

Dua lelaki masih sangat muda dikawal polisi,tangannya diborgol,mataku tertuju pada mereka salah satu dari mereka terluka,mereka dikenai kasus pencurian ternak,mereka memasuki klinik umum guna memperoleh KIR tersangkut paut untuk sidang nanti.

Kini giliranku memasuki kamar itu ,kemudian semua itu terjadi .Bapak tidak menyerah,ia terus mendorongku untuk maju,sore harinya kami ke spesialis mata.Aku menderita deuteronopia,sel konus hijauku kurang dari normal.

Protonopia,dan ada juga deuteronopia yang dapat melihat semua warna ,namun lama membaca ishihara,lama membedakan warna yang dekat secara gradasi karena sel konus merah normal,hijau kurang,biru normal,yang disebabkan oleh geneti yang memang benar ibuku seorang carrier karena baru kutahu sepupu jauhku juga mengalami hal yang sama.

Dokter itu berkata “Dahulu di Unand ada teman seangkatan saya yang deuteronopia juga,ia telah selesai sekarang,tapi tidak bisa mengambil spesialis hanya sekedar dokter umum,karena itu sangat berisiko dalam pembedahan”,”Berangkatlah ke unsyiah mudah-mudahan diterima”.Itulah sebuah senjata,yang membuat kami terus berjuang ,berangkat ke tanah di ujung pulau ini,tanah bekas tsunami.

“Mak sebaikkya kita tidak jadi kenduri,kalau nanti gagal kita malu…”,Tapi bapak dan ibu bersikeras menidakkan perkataanku.Malam itu kenduri,berdoa dan bersalaman dengan semua tetangga untuk berangkat ke Banda Aceh menjadi dokter satu-satunya dan yang pertama dalam generasi kami.Sungguh satir kehidupanku 8 Agustus 2008 jam 8 pagi aku bertolak meninggalkan rumah tempatku tumbuh dan berkembang tepat diusiaku yang ke 19 tahun.

Subuh Minggu,10 Agustus 2008 di Banda Aceh ,aku tinggal di tempat kenalan di Beurawe orangnya baik,di situlah aku tahu pluralitas di Banda Aceh banyak orang keturunan di Banda Aceh.Dan bahasa yang pertama kali kudengar.

Kami yang bodoh tak menyangka tes kesehatan menyangkut tes  ishihara,bapak sangat cemas dan terus mendorongku untuk terus berjuang maju sementara semangatku telah luluh kala itu,bapak terus berusaha sampai mencari kenalan di sekitar Prada,berjalan meminjam buku ishihara.pergi lagi ke Beurawe,bapak masih belum sadar bahwa usahanya sia-sia belaka.

Di tugu masjid Baiturrahman kami berdoa hatiku tiba-tiba hatiku mundur,mundur yang sudah terlambat,karena SNMPTN telah usai dan ujian Ekstensi di Pekanbaru dan Padang pun telah berlalu.Aku harus di  PT negeri untuk selamatkan beasiswa Chevron.

Ketika kami menyebrang di keramaian jalan Masjid Baiturrahman .Aku memegang bantal bapak memegang tanganku berusaha menyelamatkan masa depan anaknya yang partial colour blindness.Harapannya  setelah ia dan anaknya mengetahui setelah tepat 19 tahun mereka hidup bersama.

Di saat aku telah menyerah bapak masih berusaha memasuki toko buku untuk mencari buku ishihara,akhirnya kami bertemu dokter spesialis mata kenalan dari orang yang kami kenal.Disinilah keadaan berbelok 180′,ia berkata “Nanti adek tidak akan lulus-lulus di mata kuliah mikrobiologi dan sitologi” .

Aku terancam seandainya telah lelah perjuangan kami sementara takdir berkata lain,terlalu berisiko untuk melanjutkan perjuangan ini.

Akhirnya kami menyerah.Ia menangis bagai mahligai pasir yang lantak dilamun ombak saat pasang menjelang .Air matanya menetes .Tubuhku serasa di neraka dibalik lensa mataku.Air mataku menderas  memadamkan pijar api neraka.Suaranyalah yang pertama kali kudengar.Senandung azan menyimpan harapan.Bayangannya,ia menggendongkuIa menjemputku pulang sekolah dulu.Tenggorokanku meneguk air paling pahit yang pernah tercipta

Masih kuingat ketika berangkat dulu sering Bapak bercerita kepada para penumpang bus bahwa anak harapannya lulus kedoteran mengalahkan 3000 lebih pesaing.

Untuk pertama kalinya ia berkata bahwa ia  menyayangiku  semenjak aku bisa memahami makna kata-kata.untuk yang pertama kalinya.Ia berpesan agar aku tidak tersesat dan tetap menjalankan shalat lima waktu walau seberapapun cobaan mendera

Bapak pulang ,tak dapat ia sembunyikan kecemasannya ,tapi setegarku didepannya, bukan serapuh dalam pikirannya. Pantaslah jika aku ingin selalu memberikan yang terbaik untuknya. karena setiap kucur peluhnya ada makna yang berarti untukku anaknya.

Sesampainya di rumah kudengar bapak terisak menangis ,hatiku lenyap sedang membayangkan saja aku tak bisa apalagi melihatnya.Untuk pertama kali kudengar bapak terisak.seumur hidupku,akulah yang membuatnya bukan istrinya,bukan kakak-kakakku.tapi aku.Betapa jahatnya aku.Sungguh jahatnya aku.Harusnya petir menyambar tubuhku.Aku terpaku setelah semuanya menangis,bapak,ibu,kakak-kakakku.semua orang yang menyayangiku,betapa besar kepedihan yang aku timbulkan,serasa samurai menancap jantungku.

Perasaanku bercampur.Jangan menangis bapak.Jangan menangis lagi.Selama waktu belum mati

Selama ajal belum mencabut nyawa.Sabar kutunggu takdir berubah pikiran.Kalau gelapku hanya sekejap gerhana.Kalau matahariku kembali benderang.Jangankan istana,seluruh samudraku dan benuaku untukmu,bapak jangan menagis lagi.Sedihmu melebihi sedihku.Kusimpan bapak,kusimpan di dasar palung terdalam hatiku.

Ketika sesi pemotretan,aku berkumpul bersama para calon dokter.Mereka berwajah pintar berkacamata ,lugu.Mereka tertawa bahagia,airmataku berlinang tak tertahankan lagi aku pergi menjauh dari mereka.di belakang tiang besar,aku menumpahkan semuanya ,” Mengapa?…padahal aku.aku dinafkahi dari harta yang halal.aku dihidupi dari air susu yang suci”.

Banyak anak pejabat  di belahan negeri ini yang tak benar.Tapi dengan mudah dia mendapatkan kehidupan ,Ada seorang tidak shalat subuh tapi dengan mudah ia mendapatkan apa yang aku inginkan ,sedang aku,selalu patuh dan turut dari dulu.mengapa ini yang aku terima.aku tidak habis pikir bagaimana jalan pikiran takdir.

Yang kuingat hari itu pukul 8 pagi di klinik kampus,aku mengambil lembaran formulir lalu berbaris antre antrean berakhir di sebuah pintu yang di depannya bertuliskan”tes buta warna”.

Banyak orang yang keluar kulihat paraf pemeriksa.sangat mudah bagiku untuk melingkari negatif dan membuat sedikit coretan yang sangat mudah ditiru.kemudian pergi .sangat mudah.sangat mudah.Dan itu kulakukan pasti sekarang  ini aku telah duduk di bangku kedokteran.Antrean semakin dekat,aku tidak melakukannya.

Sebuah resiko.Hatiku berperang .Andai takdir berbisik.Tentang kisahku di masa depan rahasia.Pintu itu menentukan perjalananku.Perjalananku…bertahun-tahun ke depan.Katanya hidup di dunia ini singkat.Pastinya dunia inilah yang menentukan apa yang terjadi di akhirat.Doaku”Ya Allah gantilah semua perjuanganku dan pengorbananku,amin” aku memasuki kamar itu.

Di klinik orang-orang yang partial coluor blindness di suruh melakukan pemeriksaan ulang ke RSUD Zainal Abidin ,dari rumah sakit aku sadar aku tidak sendiri di dunia ini disekitarku.bahkan di FMIPA matematika satu angkatanku 08 ada juga penderita partial colour blindness,sebut saja F ia berbeda dengan aku ,ia tampa perjuangan dan tampa kehancuran.serta K anak pedagang kaya di Banda,sekarang ia tidak lagi kuliah ia mengelola ruko milik orang tuanya.

“Ternyata partial colour blindness boleh sama tapi nasib selalu berbeda”.untukku,disitulah aku terpuruk aku ingin mengganti air mata semua orang-orang yang menyayangiku.Namun setelah kulihat STAN yang bisa saja aku usahakan untuk menembusnya.-tidak buta warna,STIES-tidak buta warna.banyak perusahaan ,aku terpuruk dunia tertutup untukku.

Hikmah

Alhamdulillah aku berhasil menyelamatkan beasiswa Chevron tahun pertama.Ketika pulang lebaran,aku dipojokkan,tersudut,inilah takdir untukku,saudara sepupuku yang tampa perjuangan memasuki PTS di jawa ,di elu-elukan sementara aku yang selama bertahun-tahun sudah umpama menghempaskan badan ke karang, dipojokkan disudutkan tak satupun orang yang membelaku.tak satupun.

Desenber 2008 terjadi krisis global ,harga karet dan sawit turun drastis.tuhan menunjukkan kekuasaannya,seandainya dulu aku memilih FKIP Fisika ,mungkin saja aku telah menjadi tentor di Bimbingan Belajar,keadaan tak sepelik ini.Wajah kuantan yang makmur oleh karet yang sekitar 17 ribu/kg turun drastis 2ribu/kg.membuat orang kuantan kembali lagi menjadi pendulang emas seperti beberapa abad silam.

Pernah aku ke sabana di krueng raya ,pantai pasir putih lhok mee dimana ada banyak bintang laot ,aku menginjak terumbu karang patah aku bahagia sekali ,pertama kalinya dalam hidupku mandi-mandi di laguna.berenang bersama koral.Bintang tak dapat digapai hanya bisa dinanti gugur ke bumi kini bintang hanyalah batu hitam di bumi.Bintang yang jatuh ke samudra semoga dapat mengobati sedih hati.

SUMBER

AKAN TETAPI, JANGAN TERBURU ANDA PESIMIS…

MESKI TIDAK BISA DISEMBUHKAN, BUTA WARNA BISA DITHERAPY UNTUK SEKEDAR LOLOS TES BUTA WARNA

INILAH METODE PALING ILMIAH & RASIONAL DI ANTARA MODEL TERAPI – TERAPI YANG LAIN…

Semakin banyaknya permintaan buku buta warna yang akan digunakan untuk terapi atau latihan membaca buku ishihara atau latihan tes buta warna, membuat CV. Fitrah Cemerlang terus berupaya mendatangkan buku ishihara baik yang 14, 24 maupun yang 38 plates.

Perlu anda tau bahwa tes kesehatan di akademi militer cukup ketat sehingga dibutuhkan kesiapan fisik & latihan yang memadai. Termasuk dalam hal ini adalah latihan & terapi buta warna. Oleh karena itu kami hadirkan pada anda yang akan tes di AKMIL, buku buta warna yang digunakan untuk tes di akademi militer serta buku ishihara yang digunakan tes kesehatan di AKMIL.

Umumnya, tes buta warna di akademi militer pasti menggunakan buku buta warna 38 plates.

Berikut tampilan buku ishihara yang 38 plates.

buku_ishihara_38plates_&_14plates

buku_ishihara_38plates_&_14plates

Buku_Ishihara_Lokal_38_Plates

Buku_Ishihara_Lokal_38_Plates

Buku_Ishihara_38_Plates_Original

Buku_Ishihara_38_Plates_Original

Buku_Ishihara_38_Plate_Original

Buku_Ishihara_38_Plate_Original


PAKET LENGKAP:

– BUKU ISHIHARA 38 PLATES JAPAN

– BUKU ISHIHARA 14 PLATES JAPAN

– CD PANDUAN BUKU ISHIHARA

– 30 VITAMIN RETINA

Harga hanya Rp 6.500.000,-

PAKET LENGKAP:

– BUKU ISHIHARA 38 PLATES Lokal

– BUKU ISHIHARA 14 PLATES Lokal

– CD PANDUAN BUKU ISHIHARA

– 30 VITAMIN RETINA

Harga hanya Rp 2.250.000,-

Hubungi : 0878.553.555.10 / 0812.1646.239

Comments
  1. bashiroh says:

    Alhamdulillah, kisahnya luar biasa walau alurnya maju mundur… : )
    dan Dagangannya pun juga super luar biasa…

    Semoga diberikan kemudahan dan keberkahan…

    Walhamdulillah wabaarokallahufik

    Walhamdulillah akhi, itu kisah mencuplik dari kisah nyata yang dicuplik kompas. Antum juga semoga dagangannya berkah ya.
    Wa fiyka barakallahu. :-)

  2. andri says:

    mas 1.200.000 paket nya apa aja?

    CV. Fitrah Cemerlang:
    Rp1.200.000,- sudah mendapatkan paket buku ishihara 38 plates lokal, ditambah dengan bonus CD Buku Ishihara + CD Metode Pembelajaran Buku Ishihara. :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s