Setelah kesana – kemari browsing dan membaca promosi masalah terapi buta warna yang bermacam – macam, tentu kita mulai jengah/bosan serta bimbang. Kira2 terapi mana atau terapi bodel apa yang harus kita pilih untuk memberikan sedikit harapan lulus tes buta warna.

Hal itu tidak salah, semakin kita membaca kesana kemari dan mencerna setiap website yang mempromosikan paket terapi buta warna, tentu kita semakin bingung.

Tapi… OK-lah, sejenak kita tinggalkan kebingungan kita.

Mari kita belajar secara ilmiah, secara medis, sebenarnya bagian mata yang mana yang membuat anda bisa sampe mengalami buta warna…?

struktur mata

gambar struktur mata diambil dari http://www.colormatters.com

Bola mata berdiameter ±2,5 cm dimana 5/6 bagiannya terbenam dalam rongga mata, dan hanya 1/6 bagiannya saja yang tampak pada bagian luar. Gambar 2.1 menunjukan bagian-bagian yang termasuk ke dalam bola mata, bagian-bagian tersebut memiliki fungsi berbeda, secara rinci diuraikan sebagai berikut :Sklera : Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat melekatnya bola mata

  1. Otot-otot : Otot-otot yang melekat pada mata:
    a. muskulus rektus superior : menggerakan mata ke atas
    b. muskulus rektus inferior : mengerakan mata ke bawah
  2. Kornea : Memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksikan cahaya
  3. Badan Siliaris : Menyokong lensa dan mengandung otot yang memungkinkan lensa untuk beroakomodasi, kemudian berfungsijuga untuk mengsekreskan aqueus humor
  4. Iris : Mengendalikan cahaya yang masuk ke mata melalui pupil, mengandung pigmen
  5. Lensa : Memfokuskan pandangan dengan mengubah bentuk lensa
  6. Retina : Lapisan jaringan peka cahaya dan warna, berfungsi mengirimkan signal visual warna cahaya pada mata
  7. Bintik Kuning (Fovea) : Bagian retina yang mengandung sel kerucut
  8. Bintik Buta : Daerah syaraf optic meninggalkan bagian dalam bola mata
  9. Vitreous Humor : Menyokong lensa dan menjaga bentuk bola mata

Nah, setelah mempelajari bagian organ dalam mata, mari kita fokuskan pengetahuan kita pada RETINA, yang mana pada poin 6 dijelaskan fungsinya adalah sebagai pengirim signal visual warna cahaya pada mata. Pada retina, terdapat 2 sel yang sangat penting dalam menerima simpul warna dari cahaya yang masuk ke mata. Yaitu sel CONES atau KONUS/KERUCUT. Kemudian sel RODS atau Bacillus.

Orang yang penglihatannya normal, sel KONUS/KERUCUT-nya bisa menerima  impuls warna pada cahaya dengan sangat baik. Sehingga dia berfungsi optimal untuk meneruskannya ke seluruh bagian mata. Sedangkan sel RODS/BACILLUS-nya bisa bergoyang – goyang dengan gerakan yang stabil, sehingga saat mengalirkan/meneruskan impuls warna, dia bisa maksimal.

Nah, apa yang terjadi pada orang buta warna…?

Orang buta warna sel KERUCUT-nya pasif dan bentuknya lebih menguncup dari pada sel KERUCUT pada orang normal. Perbandingannya ibarat, sel kerucut orang normal seperti gambar di atas, sedangkan sel kerucut orang buta warna lebih menguncup/lebih kecil lagi seperti bunga yang baru tumbuh dan belum bisa mekar. Kondisi ini tentu mempersulit / menghambat aliran warna yang akan dikirimkan ke seluruh bagian mata. Sedangkan sel BACILLUS-nya orang buta warna, hanya bisa bergerak lambat. Tidak bisa secepat gerakan sel BACILLUS orang normal. Nah lengkap sudah, impuls warna tidak akan pernah ter-distribusi dengan baik menuju semua bagian mata.

BAGAIMANA CARA MEMPERBAIKI KONDISI SEL KONUS/KERUCUT maupun KONDISI SEL BACILLUS…?

Pada saat penderita buta warna hanya diam saja atau tidak melakukan therapy apapun, maka sel konus & sel basilus akan pasif/diam, akibatnya kepekaan mata terhadap warna terus menurun. Oleh karena itu, KITA SEBAGAI PENDERITA BUTA WARNA WAJIB MEMILIKI BUKU ISHIHARA. Jika kita telah memiliki buku buta warna/buku ishihara, maka setiap hari tentu kita akan membaca/latihan buku buta warna itu bukan…?

Nah pada saat kita melihat kunci jawaban buku ishihara, misalkan tertera pada kunci jawaban tsb halaman ke-2 adalah angka 8, maka dengan sendirinya kita akan mencari “dimana yaaa garis dari angka 8 itu…?

Nah dari situ, pigmen sel konus & pigmen sel basilus akan berkontraksi dan menjadi aktif. Sel KONUS.KERUCUT akan mulai mengembang sedikit demi sedikit dan sel BACILLUS akan mulai bergoyang lebih cepat sehingga retina mata akan menjadi sedikit peka terhadap warna. Nah pada saat mata kita mulai aktif inilah, Vitamin Retina yang direkomendasikan dokter perlu kita konsumsi, karena dengan kandungan beta carotene sel konus & sel basilus kita akan ternutrisi dengan baik & kita sedikit demi sedikit akan mendapatkan kepekaan terhadap warna dan anda mulai bisa melihat buku ishihara dengan lebih jelas daripada sebelumnya.

Kesimpulannya, BUTA WARNA TETAP TIDAK BISA DISEMBUHKAN KARENA MEMANG BUTA WARNA BUKANLAH PENYAKIT. TAPI DIA BAWAAN GENETIK. Akan tetapi, buta warna bisa diterapi agar mata bisa lebih peka terhadap warna, sedikit saja perbaikan kepekaan mata kita terhadap warna, insyaallah itu CUKUP UNTUK LOLOS TES BUTA WARNA.

Tulisan ilmiah ini dirilis tanggal 17 Februari 2013 dan murni HAK CIPTA CV FITRAH CEMERLANG. Jika suatu saat ada website lain yang juga memunculkan tulisan serupa, tentu mereka melanggar hak cipta dengan copy – paste tanpa menyebutkan sumber link atau url-nya.

Untuk pemesanan paket terapi buta warna, segera hubungi:

CV. Fitrah Cemerlang

0878.553.555.10 / 0812.1646.239 / Pin BB 32DEF678

Buku_Ishihara 38 Plates

Buku_Ishihara 38 Plates

Buku_Ishihara_Lokal_38_Plates

Buku_Ishihara_Lokal_38_Plates

CD_Buku_Ishihara_24_38_Plates

CD_Buku_Ishihara_24_38_Plates

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s