Apakah Aku Se-buta (Warna) Itu…?

Posted: 21 May 2014 in TES BUTA WARNA
Tags: , , , ,

K_Colorblind_1

Pada saat tes kesehatan untuk rekrutmen pegawai baru, untuk tes masuk sekolah, untuk tes masuk pendidikan militer kepolisian serta tes untuk mendapatkan sertifikasi bagi pelaut, setiap teman2 yang mengalami kendala buta warna seringkali merasa sangat ketakutan. Mereka sudah sudah menabak – nebak apa yang akan terjadi nanti. Mereka sudah pasrah dengan keadaan. Mereka hanya bisa berusaha melihat yang bisa ia lihat, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Yang Maha Kuasa.

Dan itu terjadi setiapkali saat ada tes kesehatan di sesi TES BUTA WARNA…

Jika dilirik lebih dalam, kita pasti bertanya. Apakah harus seorang karyawan memiliki penglihatan se-sempurna itu?

Apakah harus seorang prajurit memiliki penglihatan sesempurna itu?

Apakah harus seorang aparat penegak hukum memiliki penglihatan sesempurna itu?

Apakah harus …

Dan apakah harus… demikian dan demikian…

Padahal rekruitmen pegawai di zaman dulu, tidak ada yang namanya tes buta warna. Padahal prajurit dan aparat penegak hukum di zaman dulu juga tidak mengenal yang namanya tes buta warna. Tapi kenapa saat ini, di zaman ini, semua dituntut sempurna…?

Padahal, menurut penuturan beberapa orang pegawai, prajurit, aparat serta mahasiswa sekolah2 tinggi yang sudah lebih dulu masuk dalam dunia kerja-nya, buta warna tidaklah menyebabkan kesulitan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Buta warna tidaklah menghalangi seseorang untuk melakukan apa yang menjadi kewajibannya.

Dan sejauh ini, pekerjaan apapun yang dibebankan kepada seorang yang buta warna tsb, selalu bisa dilalui dengan baik.

Selama ini memang masi sering terjadi kesalahan paradigma di antara kita. Kita menganggap bahwa seorang buta warna, tidak akan mampu melihat warna apapun. Yang ada hanyalah warna hitam dan putih saja. Grey/Abu-abu…!

Padahal, apakah memang benar seperti itu…?

Tentu saja tidak…

6194654_20140425114731

Penderita buta warna-pun kehidupannya masih berwarna.

Mereka bisa melihat warna merah kuning hijau di lampu traffic light.

Mereka masih bisa memandang hijaunya dedaunan di taman.

Mereka masih bisa melihat hamparan laut yang biru karena pantulan langit.

Mereka masih bisa melihat warna cat rumah yang menutup dinding-dindingnya…

Ya…

Tentu saja demikian. Karena buta warna itu bukanlah suatu keadaan dimana seseorang hanya bisa melihat warna hitam dan putih saja. Akan tetapi, buta warna itu adalah suatu kondisi penglihatan seseorang, dimana dia merasa kesulitan saat beberapa warna dikumpulkan menjadi 1 dalam sebuah media.

Jika memang seperti itu, tentu saja pekerjaan – pekerjaan yang tidak dituntut untuk mengetahui perbedaan warna terlalu dalam, pekerjaan – pekerjaan yang tidak dituntut untuk keselamatan jiwa manusia, seharusnya bisa memberikan peluang lebih besar kepada penderita buta warna untuk ikut mencicipi nikmatnya bekerja di bidang tersebut.

Karena kami menyadari, para penderita buta warna juga cerdas. Mereka memiliki kemampuan yang cukup brilian. Mereka juga para manusia yang berdaya guna. Hanya saja kehabatan/kepintaran dan talenta2 para penderita buta warna tersebut tersamarkan. Tersamarkan oleh warna, sebagaimana mata mereka tersamarkan oleh kumpulan bulatan – bulatan kejam dalam buku ishihara.

Akan tetapi, tentu saja mereka harus berusaha. Berusaha mengejar mimpi – mimpi mereka. Berusaha sekuat tenaga agar mereka bisa menaklukkan kumpulan bulatan – bulatan dalam buku ishihara.

Entah bagaimana caranya…

Berusahalah kawan…

Dan berdoa…

Pasti kalian bisa…

Fitrah Aditya, Jkt 20 Mei 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s