Jika Si Kecil Buta Warna

Posted: 26 January 2015 in BUTA WARNA
Tags: ,

red_glassesMengetahui bahwa buah hati kita tak sempurna pasti akan terasa berat. Namun jangan dulu berkecil hati. Sebagai orang tua, kita harus mengerti bagaimana seorang yang buta warna saat dewasa nanti ketika menghadapi dunia, sehingga kita pun bisa tau apa yang kelak dilalui putra atau putri kita.

Kata Ivan Oransky, seorang warga New York, “orang mengira aku tidak bisa melihat warna apapun. Padahal tidak begitu, aku bisa melihat warna, hanya saja warna yang ku lihat berbeda dengan warna yang dilihat orang normal.”

Sebetulnya, seorang yang buta warna bukanlah minoritas. Ada banyak variasi penyakit buta warna yang diderita orang. Setidaknya 1 dari 12 pria pasti terkena buta warna. Skalanya membesar pada wanita, yakni 1 dari 230 wanita menderita kekurangan pengelihatan warna. Biasanya wanita memang susah mengidap ini karena faktor genetika mereka yang tidak mendukung untuk kena buta warna. Selamatlah anda wahai wanita…!

Jangan Bertanya “Warna Apa Ini?”

Warna merah dan hijau adalah dua warna yang paling sulit dibedakan oleh penderita buta warna. Maka, janganlah diri anda bertanya “Warna apa ini?” kepada Si Kecil setiap kali Anda menemukan benda berwarna hijau atau merah.

Tantangan bagi para penderita buta warna bukanlah pada melihat sebuah bidang serta disuruh mengatakan warna apa itu, namun cara membedakan warna satu dengan warna yang lain itulah yang terasa berat bagi mereka. Maka, latih anak Anda menggunakan balok warna merah/hijau/kuning dan minta dia untuk menyusun sesuai warna lampu lalu lintas, misalnya.

Bantulah Anak Kita agar Bisa Menebak Warna

Orang buta warna bukan berarti dia orang bodoh. Jika Anda bertanya, apa warna apel yagn sudah masak, mereka tahu jawaban yang benar adalah “merah”, meski bagi mereka apel masak terlihat abu-abu. Mereka juga sangat mengerti jika pada lampu lalu lintas, susunan warna merah berada di atas dan hijau ada di bawah.

Bahkan serinkali seorang yang buta warna itu otaknya sangat cerdas dan seringkali mereka memiliki IQ tinggi. Ini adalah pengalaman kami pribadi saat interview dengan seorang yang buta warna.

Suntikkan rasa percaya diri pada anak yang memiliki kekurangan dengan menonjolkan kelebihannya yang lain.

Mudahkan Hidupnya

Kehidupan akan terasa sedikit aneh tatkala si kecil kita beranjak dewasa dan melihat senja dengan warna orange yang cantik, ternyata berganti orange tua. Ini cukup mengkhawatirkan. Tapi seorang buta warna parsial bisa melihat orang senja seperti orang normal.

Nah selalu supportlah dia dalam menatap dunia ke depan, pastikan bahwa seorang yang buta warna masih bisa menikmati dunia.

Bagi Seorang Buta Warna, Hal Ini Normal Saja

Kebanyakan penderita buta warna meremehkan kondisi mereka sendiri karena mereka tidak tahu apa kekurangan mereka.

Rochman-Romdalvik, seorang buta warna kelahiran San Fransisco yang baru berusia 9 tahun berkata, “Beberapa orang berpikir bahwa menjadi buta warna adalah masalah yang besar. Mereka tidak terlalu mengerti bahwa sebenarnya itu bukanlah suatu masalah yang besar jika Anda sudah terbiasa.”

Dan memang benar, bagi seorang yang buta warna, melihat dunia ini memang terasa biasa seakan – akan tidak ada cacat yang dialami. Hanya saja saat warna tersebut kumpul jadi 1, mereka akan mengalami kesulitan saat membedakan warna. Maka, berikanlah semangat pada mereka bahwa semua akan baik – baik saja dan akan indah pada waktunya.

12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s