Posts Tagged ‘tes buta warna pelayaran’

133Perkara tidur malam ini banyak disepelekan orang, padahal pengaruhnya bagi kesehatan jiwa dan raga sangatlah penting. Selain sebagai sarana untuk mengistirahatkan badan secara total, berikut ini kami rangkumkan manfaat tidur di awal waktu. Terkhusus bagi seseorang yang sedang terapi buta warna, atau seorang yang normal.

1. Berat Badan Lebih Stabil. Orang yang begadang cenderung ingin konsumsi makanan atau snack sepanjang perut mereka merasa lapar. Hal ini akan semakin lengkap dengan tambahan minuman – minuman manis yang dikonsumsi oleh orang begadang. Tentu saja berat badan akan sulit dikontrol oleh orang yang begadang. Untuk Itu hindari begadang dan usahakan untuk tidur lebih awal.

2. Mata Akan Lebih Fresh Saat Bangun. Jika anda tidur lebih awal, anda tentu memiliki waktu yang lebih panjang untuk tidur. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mata beristirahat semakin panjang. Inilah yang membuat mata anda selalu segar dan terasa ringan saat bangun pagi. (more…)

Scolour-blind-smiley-face_designebenarnya masalah tes buta warna untuk pelayaran ini sudah sejak lama diperbincangkan oleh kawan – kawan pelayaran, hanya saja kita di sini jarang ada yang mengetahuinya. Dan mungkin kawan – kawan sedikit bertanya, sebenarnya kenapa sih seorang pelaut atau seorang yang berlayar kok diharuskan tidak buta warna…?

Pertanyaan ini klise, butuh jawaban yang bijak untuk menjelaskannya.

Setidaknya buta warna atau tidak, di dunia pelayaran dibutuhkan mata yang fit dan sehat, untuk melihat dan membedakan rambu – rambu laut. Akan tetapi, itu dikhususkan bagi nahkoda. Sedangkan bagaimana dengan awak kapal? Tentu persyaratannya tidak sekat itu, karena awak kapal tidak berhubungan langsung terhadap rambu – rambu laut. Akan tetapi, yang terjadi di dunia pelayaran kita, standar tes buta warna dipukul rata antara nahkoda atau awak kapal. Sehingga kawan – kawan kita di dunia pelayaran yang mengidap buta warna, tentu saja akan sedikit terintimidasi.

Namun kini, harapan itu ada dengan metode terapi buta warna untuk pelaut dan pelayaran…

Dapatkan buku ishihara standar Indonesia:

Ishihara 14 Plate Standar Indonesia Rp 600.000,-

Ishihara 24 Plates Deluxe Indonesia Rp 1.400.000,-

Ishihara 38 Plates Complete Indonesia Rp 1.850.000,-

Ishihara Book standar Jepang:

Ishihara 14 Plates Standar Jepang Rp 2.900.000,-

Ishihara 24 Plate Deluxe Jepang Rp 3.500.000,-

Ishihara 38 Plate Complete Jepang Rp 4.000.000,-

Dan buku ishihara di atas, akan bisa anda gunakan untuk TIPS MENGATASI TES BUTA WARNA SAAT MELAMAR PEKERJAAN, TES BUTA WARNA SAAT MASUK BANGKU KULIAH, TIPS MENGATASI BUTA WARNA.

bukti_pengiriman_CV_Fitrah_Cemerlang

bukti_pengiriman_CV_Fitrah_Cemerlang

bukti_pengiriman_CV_Fitrah_Cemerlang

bukti_pengiriman_CV_Fitrah_Cemerlang

ALHAMDULILLAH, SEKITAR 342 orang LOLOS TES BUTA WARNA DENGAN PERANTARA DARI METODE PEMBELAJARAN BUKU ISHIHARA DARI CV. FITRAH CEMERLANG

ANDAKAH SELANJUTNYA…?

HUBUNGI 0878.553.555.10 / 081.216.46239

MELAYANI DELIVERY (PENGANTARAN) BUKU LOKASI SIDOARJO – SURABAYA, JATIM

12

tes buta warna, gambar tes buta warna, tes buta warna online, tes buta warna lengkap, tes buta warna parsial, cara mengatasi buta warna, tes buta warna ishihara, tes buta warna pdf, tes buta warna ishihara, tes buta warna dan jawabannya

cover_buku_panduan

cover_buku_panduan

Tidak banyak yang ingin kami sampaikan di sini. CV. Fitrah Cemerlang telah melanglang buana untuk membantu para pengidap buta warna yang memang sengaja atau tidak sengaja, selalu terpinggirkan dari dunia kerja, dunia militer serta dunia pendidikan. Entah mengapa mereka terpinggirkan itu, kami tidak tau. Akan tetapi, kami di sini akan menampilkan cerita nyata serta beberapa hal terkait cara mempelajari agar bisa lolos tes buta warna.

Padahal setahu kami, penderita buta warna, sebagian besar  dari mereka atau bahkan (tidak berlebihan jika) kami katakan para penderita buta warna itu orangnya cerdas – cerdas & super. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang pintar, orang yang cerdas, pemikir, ulet, tekun serta memiliki kemampuan di atas rata – rata.

Darimana kami bisa mengatakan demikian…? (more…)